SUGENG RAWUH......................JANGAN BOSEN BALIK KE BLOG INI Ya...KUNJUNGI LAGI, DAN TINGGALKAN KOMENTAR...JANGAN LUPA, BERI SARAN UNTUK BLOG INI :-)

Kamis, 06 Januari 2011

BELAJAR MATEMATIKA MUDAH DAN MENYENANGKAN

BAGAIMANA BELAJAR MATEMATIKA MUDAH DAN MENYENANGKAN ???


Kalau orang mendengar kata MATEMATIKA, atau kita bertanya kepada orang lain : APA ITU MATEMATIKA?, kebanyakan orang terbesit dibenaknya kata : Susah, Wah itu pelajaran paling sulit!


Ada pendapat terkenal yang memandang matematika sebagai pelayan dan sekaligus raja dari ilmu-ilmu lain. Sebagai pelayan, matematika adalah ilmu dasar yang mendasari dan melayani berbagai ilmu pengetahuan lain. Sejak masa sebelum masehi, misalnya jaman Mesir kuno, cabang tertua dan termudah dari matematika (aritmetika) sudah digunakan untuk membuat piramida, digunakan untuk menentukan waktu turun hujan, dsb.
Sebagai raja, perkembangan matematika tak tergantung pada ilmu-ilmu lain. Banyak cabang matematika yang dulu biasa disebut matematika murni, dikembangkan oleh beberapa matematikawan yang mencintai dan belajar matematika hanya sebagai hoby tanpa memperdulikan fungsi dan manfaatnya untuk ilmu-ilmu lain. Dengan perkembangan teknologi, banyak cabang-cabang matematika murni yang ternyata kemudian hari bisa diterapkan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.

Disini saya akan berbagi pengalaman dan saran :

1) Peran orang tua
Peran orang tua untuk merubah image Matematika itu susah sangat berpengaruh besar pada fisikologi karena anak selalu meniru apa pun yang dilakukan orang tua. Ada seorang ibu ditanya anaknya bagaimana cara untuk mengerjakan PR matematika dan si ibu menjawab ah ibu lagi sibuk, banyak kerjaan dan lagi ibu juga tidak bisa mengerjakan matematika itu susah sih, kerjakan kamu sendiri itukan urusan kamu! Ini adalah jawaban yang kurang cerdas dan membuat image anak matematika itu susah, dan si anak pasti berpikir ibu saya aja tidak bisa gimana saya?. Sebaiknya kita sebagai orang tua yang cerdar harus bisa menjawab sebentar dulunya ibu masih sibuk, tar bapak mu pulang tanya sama dia. Kita sebagai orang tua harus bijak kalau kita tidak tahu kita bisa mencari bantuan kepada orang lain.
Disisi lain kita sebagai orang tua harus tahu bahwa tiap anak beda kemampuan, sehingga belajar matematika jangan dipaksa tapi dengan perlahan-lahan, dan bantu mereka untuk mengerjakan tugas sesuai kemapuaan kita. Dan kalau kita merasa tidak mampu minta lah bantuan orang lain.

2) Pekenalkan Matematika sejak anak masih kecil
Kenalkan matematika kepada anak-anak sejak kecil dengan cara mengenal angka tapi dengan tidak menampilkan angkanya. Contoh disekitar kita ada beberapa ekor burung dan kita mulai mengenalkan anakku burung itu ada 2 ekor. Contoh lain misalnya kita punya 2 orang anak, anak pertama kita kasih 2 buah jeruk dan dan anak yang satunya lagi kita kasih 1 buah jeruk dan kita memberikan suatu pengertian kalau jeruk kakak dan adik kita gabungkan akan menjadi 3 buah jeruk.

3) Pahami Konsep
Matematika adalah ilmu yang mempunyai rumus yang banyak dan kompleks, kalau kita pingin bisa jangan di hapal semua rumus karena hapalan itu tidak akan melekat lama, oleh karena itu konsep yang paling kita utamakan bukan menghapal rumus.
Dari contoh di atas anak yang kasih jeruk itu merupakan konsep penjumlahan, yang dimana penjumlahan artinya menggabungkan.
Konsep perkalian missal 2 x 3 ini sama artinya kita menjumlahkan 2 sebanyak 3 kali ( 2 + 2 + 2)
Konsep Bilangan berpangkat 34 ini artinya kita mengalikan bilangan 3 sebanyak 4 kali (3 x 3 x 3 x 3). Konsep-konsep seperti itulah yang harus kita tanamkan bukan menghapal hasilnya.

4) Buat mereka yang menemukan
Pengalaman saya waktu kecil, ketika saya diajari orang tua saya tentang pecahan, waktu itu ada PR tentang ¼ + ½ = ….. saya tidak bisa mengerjakan dan orang tua saya membimbing bahwa ¼ itu seperti 1 buah terang bulan dibagi 4 bagian, dan kalau kita hanya makan 1 bagian saja maka yang kita makan itu 1 bagian dari 4 bagian terang bulan, dan dari penjelasan orang tua saya dapat menarik kesimpulan bahwa ½ itu sama artinya 1 bagian dari 2 bagian yang ada.

5) Kaitkan dengan kehidupan nyata

Tidak ada komentar: